Selasa, 15 Maret 2011

LIRIK LAGU MELAYU PILIHAN

SERI MERSING

Sri Mersing lagulah melayu
Dikaranglah oleh biduan dahulu
Sri Mersing lagulah melayu
Dikaranglah oleh biduan dahulu
Hatiku runsing bertambahlah pilu
Mengenangkan nasib
Mengenangkan nasib
Yatimlah piatu
Hatiku rungsing bertambahlah pilu
Mengenangkan nasib
Mengenangkan nasib
Yatimlah piatu

Pantai Mersing kualalah Johor
Pantainya bersih sangatlah mashyur
Pantai Mersing kualalah Johor
Pantainya bersih sangatlah masyur
Pohonkan doa kitalah bersyukur
Negaralah kita negaralah kita
Hai aman dan makmur
Pohonkan doa kitalah bersyukur
Negaralah kita negaralah kita
Hai aman dan makmur


Janji

Mengapa kau lupakan (2x)
Janji yang kau berikan
Janji yang ku harapkan
Siang ku nantikan
Dan malam aku mimpikan
Mengapa kau lupakan

Oh...oh... oh sungguh kau tak pandai menimbang rasa
Kerana janjimu diriku tersiksa (2x)

Sungguh kau tak fikirkan
Betapa ku derita

Mengapa kau lupakan (2x)
Janji yang kau berikan
Janji yang ku harapkan
Siang ku nantikan
Dan malam aku mimpikan
Mengapa kau lupakan


Air Mata Syawal
Sayu... hati ini makin sayup
Rindu... terkenangkan desa permai
Wajah ayah bonda bermain di mata
Mengajak ku pulang ke desa
Di hari bahagia hari raya


Lama kutunggu
Bertemu di pagi mulia
Namun tidak kesampaian
Airmata jatuh berlinangan

Kuingin berulang manisnya bersama
Menyambut hari bahgia
Jarak memisahkan rindu pertemuan
Bilakah hasrat jadi nyata

Duhai ayah bonda ampunkan anakanda
Tak dapat beraya bersama
Jauh dari mata dekat dalam jiwa
Teguh kasihku tidak berubah


Aku Cinta Padamu
Andainya engkau ku miliki
Terdahulu sebelumnya
Andai ku curah rasa hati
Mungkin kini ku tenang di samping mu

Belum puas ku menikmati
Kesan kasih sayang kau terpaksa pergi
Ingin ku terus dicintai
Walau bisikanmu azimat berduri

Bila cinta berbunga
Jadi airmata di jariku

Betapa ku cinta pada mu
Katakanlah kau cinta padaku
Sematkanlah ku di hati mu
Walau di mana berada
Ingat ku dalam doa mu

Hiasilah hati
Dengan cinta suci
Selamanya

Gemerlapkan jiwa
Semikanlah cinta
Semoga kau dan aku
Akhirnya bersama
Akukan menunggu
Walaupun seribu tahun lagi

Di Batas Masa


Setiba kita di batas masa
Nobat nafiri tiada bernada
Sehelai daun kering berayunan layu
Menanti saat di bawa bayu

Langit mendung hujan pun gerimis
Sayup terdengar sendu dan tangis
Bertitian bisikan kalimah nan suci
Berdoa mudahkan perjalanan
Terakhir ini

Berat mata memandang
Berat lagi tanggungan
Bebanan perasaan
Kendati pun sejarah
Dosa pahala pastikan di kira

Bagai terasa keresahan di jiwamu
Bagai terdengar suara meruntum kalbu
Tiada walau sesaga di bawa pergi
Tak berharga puja dan puji

Kala jantungmu bagai laut bergelombang
Lemah cengkaman jejarimu di genggaman
Betapa sukar untuk kita menerima
Tiba detik pasti terpisah
Di batas masa


Joget Kasih Tak Sudah

Awan tergulung tuan di hari senja
Nampak berbalam biru warnanya
Tuan di gunung paya hamba di paya
Dalam jambangan temu ingin bersama
Terbang serindik tuan dengan kedidi
Singgah di kayu di rumpun kayu
Kasih menitik tuan basah tak jadi
Walau bertahan rindu menanggung rindu

Hatiku yang resah
Ku bawa berdendang
Memujuk diri dijeling tidak

Sepantun berdendang
Dondanglah asmara
Cuma igauan dalam igauan

Berdendang hamba tuan bertepuk tuan
Senyum di bibir hati terluka
Kasih diberi orang dijeling orang
Terasa hiba tidak terkira

Sudilah tuan nyanyi bersama
Alunan lagu hai kasih tak sampai
Susunlah langkah layu di muka
Tanda di hati hai masih berdarah

Pantun berpantun tuan
Mak andam sayang
Berjual beli pantun Melayu

Walau dialun tuan
Gurindam sayang
Luka di hati orang tak tahu

Ku sulam kasih emas berbenang emas
Orang bertaruh baiknya rupa
Walaupun kasih balas tidak berbalas
Tidakku kesal itu jadinya

Nirmala

Diciptakan seorang insan
Lembut hati bak redup pandangan
Pabila berkata
Seluruh alam menyaksikan kesyahduan
Bagai tersentuh rasa percaya
Tika terdengarkan

Aduhai...

( 1 )
Telah jauh berkelana entah di mana
Ada rasa hanya kuntum kasihnya
Khabar itu merelakan perjalanannya
Ada jiwa hanya kuntum kasihnya

Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Telah mekar hati seindah purnama

Dipujuk segala rajuk
Sepi rindu adakala
Meracun imannya

(Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Hati mekar seindah purnama)

( 2 )
Siapa menyapa bagai pelita
Arah yang menghilang tika gelita
(Duhai kasih bulan saksi)

Tatap tidak ditatap
Kotakan di dada yang terdetik
Temukan sang cinta

(Angin pun mula bercerita
Semesta nyata terpedaya)
Kekasih tak berbahasa
Getir fikir derita mengharap
Suara...

(Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat)

(Kasih gundah gerhana
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa)

Nun dari sana
Telah turun berbicara
Sang kesuma bidadari syurgawi

( solo )

Sesungguhnya berkasihlah
Di antara manusia
Perindah segala kata-kata
Bahagia itu janjinya

Mengapa kita sengketa
Rentaslah jalan terbuka
Tanpa dusta

(Telah teguh di garis... Karma!)

Telah jauh berkelana entah di mana
Ada rasa hanya kuntum kasihnya
Khabar itu merelakan perjalanannya
Ada jiwa hanya kuntum kasihnya

Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Telah mekar hati seindah purnama

Dipujuk segala rajuk
Sepi rindu adakala
Meracun imannya

(Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Hati mekar seindah purnama)

( 3 )
Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat

Kasih gundah gerhana
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa

( ulang dari 3 )

Musalmah Manis

Ahai... sayang Musalmah sayang
Sayang Musalmah nama diberi

Ahai... parasnya cantik sayang
Parasnya cantik bak bidadari

Manis bahasa baiknya budi sayang
Sentiasa teringat ( 2X )
Di dalam hati

Ahai... Musalmah manis sayang
Musalmah manis pergi ke Daik

Ahai... sampai ke Daik sayang
Sampai ke Daik hari pun petang

Mulutnya manis hati pun baik sayang
Sampailah mati (2X)
Dikenang orang

Suara Takbir

Dengar beduk berbunyi
Sayup bergema di subuh sunyi
Memanggil kepada muslimin
Segera berbakti kepada Illahi

Suara azan menyahut
Terdengar sayup memecah sunyi
Memohon restu dengan bakti
Kepada Illahi Tuhan Maha Suci

Chorus:
Terdengar suara takbir
Memuji nama Illahi
Rasa dalam kalbu
Tenteram dan aman selalu

Kini tiba masanya
Hati gembira di Hari Raya
Bertemu sanak dan saudara
Bermaaf-maafan dengan keikhlasan


Tiga Malam

Tiga malam kumencarimu
Tiga malam hatiku sunyi
Dimanakan engkau sayang
Kuingin lekas kau pulang

Tapi kini tak kutemui
Berangkatlah daku sendiri
Ke medan bakti kuberjanji
Mungkin dikau kan jumpa lagi

Kuizinmu oh sayang
Untuk lepas engkau berjuang

Relakan aku oh kekasih
Membela nusa bangsa

Tiga malam kumencarimu
Tiga malam hatiku sunyi
Dimanakah engkau sayang
Kuingin lekas kau datang


Gubahanku

Ku tuliskan lagu ini
Ku persembahkan padamu
Walau pun tiada indah
Syair lagu yang ku gubah

Ku ingatkan kepadamu
Akan janjimu padaku
Hanyalah satu pintaku
Jangan kau lupakan daku

Chorus:
Walau apa yang terjadi
Tabahkan hatimu selalu
Jangan sampai kau tergoda
Mulut manis yang berbisa

Setahun kita berpisah
Serindu terasa sudah
Duhai gadis pujaanku
Cintaku hanya padamu


Joget Pahang
Melenggang hai
Melenggang dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang (2x)
Dari Melaka ke negeri Pahang
Singgah di Johor beli berangan (2x)

Kami ucapkan selamatlah datang
Apa yang kurang dicaci jangan

Melenggang hai
Melenggang dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang (2x)

Pukullah gendang hai kulit kerbau
Dalam majlis tari menari (2x)

Sayalah ini bang hoi dagang merantau
Mengharap belas orang di sini (2x)

Melenggang hai
Melenggang dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang (2x)

Negeri Pahang aman sentosa
Kaya dengan tumbuh-tumbuhan (2x)

Niat di hati bang oii...
Nak buat jasa
Mudah-mudahan Tuhan kabulkan (2x)

Melenggang hai
Melenggang dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang (2x)


Cindai
Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagailah mana hendak berhias
Cerminku retak seribu

Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku

Hias cempaka kenanga tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang

Hendaklah hendak hendak ku rasa
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya
Tingginya tidak terlawan

Janganlah jangan jangan ku hiba
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta
Merajuk bukan berpanjangan

Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Bidukku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi

Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati

Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali

Joget Berhibur

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Mengikut rentak gendang
Berjoget dengan riang

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Berjoget dengan girang
Hidup menjadi senang

Daun senduduk daunlah mengkudu
Asamlah pauh dipetik orang
Jangan diikut hati yang rindu
Orang yang jauh kasih tak kurang

Layanglah layang terbang melintang
Madu kelapa dalam tempayan
Lagi tak hilang bulan dan bintang
Dia tak lupa kasihkan tuan

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Mengikut rentak gendang
Berjoget dengan riang

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Berjoget dengan girang
Hidup menjadi senang

Pohon berembang diatas gunung
Tumbuh dibawah pohon meranti
Janganlah hidup berulam jantung
Menunggu dia bersama mati

Sorok di peti bunga kasturi
Kainlah songket habis berbau
Pujuklah hati bawa menari
Menari joget lagu Melayu

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Mengikut rentak gendang
Berjoget dengan riang

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Berjoget dengan girang
Hidup menjadi senang

Pohon berembang diatas gunung
Tumbuh dibawah pohon meranti
Janganlah hidup berulam jantung
Menunggu dia bersama mati

Sorok di peti bunga kasturi
Kainlah songket habis berbau
Pujuklah hati bawa menari
Menari joget lagu Melayu

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Mengikut rentak gendang
Berjoget dengan riang

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Berjoget dengan girang
Hidup menjadi senang

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Mengikut rentak gendang
Berjoget dengan riang

Bertepuk tepuk tangan
Bertepuk jangan segan
Berjoget dengan girang
Hidup menjadi senang

Di Ambang Sore

Dalam renunganku seorang
Di ambang sore nan lalu
Tiada bisiskan tenang
Temasya indahku bisu

Kesatu arah tertentu
Kulepaskan pandanganku
Ketempat janji bertemu
Simpang tiga rumpun bambu

Tiap sore kunantikan
Disimpang tiga titian
Dengan debar kasih sayang
Kata mesra penghargaan

Entah apakah sebabnya
Tiada khabar berita
Sejuk senja kunantikan
Namun dikau tiada datang

Bahtera Merdeka

Bonda senyum riang
Menerima bahtera merdeka
Putra putri sayang
Putra putri sayang
Sedang berjuang

Fajar telah tiba
Nan menyinsing membawa harapan
Tanah Semenanjung
Tanah Semenanjung
Permata nilam

( korus )
Jiwa dan raga
Buktikanlah pada nusa bangsa
Supaya negara maju jaya
Aman merdeka

( 1 )
Duhai ibu pertiwi
Putra putri datang sujud bakti
Untuk menunaikan
Untuk menunaikan
Sumpah dan janji

( ulang 1 )

Selasihku Sayang (feat. Rafeah Buang)
( L )
Kutanam selasih
Kutanamkan di hujung halaman
Mengenangkan kasih wahai sayang
Yang aku tinggalkan

( P )
Kusiram selasih
Kusiramkan di hujung halaman
Mengenangkan kasih wahai sayang
Lambang percintaan

( L )
Hai kencana dewi kasih yang kurindu
Kukenang selalu

( P )
Sayang semoga tak kan layu
Cinta yang sejati kekal dan abadi

( L )
Hai cendana dewi kau tetap kukenang
Janganlah kau bimbang

( P )
Sayang kau tetap kan pulang
Di sisiku sayang membawa harapan

( ulang 1 berduet )


Menanti Di Ambang Syurga
Duhai kasih pujaan kekanda
Dengar ku mengeluhkan rindu
Merayu setiapnya waktu, sayang
Padamu duhai kekasihku

Tapi sungguh malangnya nasibku
Hajatku kini telah terganggu
Kini -kaku- rasanya hidupku, sayang
Tinggallah ku menanggung rindu

( korus )
Tapi ku kan tetap bersama
Namun hatiku takkan bertukar
Walau laut jiwaku terkorban, sayang
Pada Tuhan -saja- kuserahkan

Namun ku takkan putus asa
Duhai kasih pujaan kekanda
Di dunia kita tak berjumpa, sayang
Ku menanti di ambang syurga

Lembaran Terakhir

Bisikan keluhan hasrat hati
Diakhir jambangan kisah sedih
Katakan padanya aku pergi
Membawa derita sendiri

Rayuan suara hati hamba
Mengiring sesalan tak terhingga
Meratap menangis tiada guna
Yang lalu tak usah ditanya

Ku pergi dengan harapan
Cari teman seiring jalan
Ku nanti saat gemilang
Bila tercapai tujuan

Lembaran terakhir ku berikan
Tandanya berpisah dua insan
Tiada kandungan kata mesra
Hanya bingkisan kelana

Harapan Kecewa

Bila kukenang kurenung
Remuk rendam rasa tak tertanggung
Harapan bahagia nan menggunung
Terhampar hanyut terapung

Harapan untuk bersama
Mendirikan istana asmara
Berpadu kasih erat dan setia
Kiranya tak terlaksana

Harapanku kecewa
Dalam manis madu kata-kata
Dengan pujukan yang hanya dusta
Aku terpedaya

Alam sekeliling membisu
Tak sepatah kata nan merayu
Hanya kau menanggung derita pilu
Tak seorang pun yang tahu


Gelisah

Gelisah ( 3X )

Gelisah menanti dinda
Di ambang bahgia
Mungkinkah khabaran cinta
Akan menjelma

Rindu hati ku tiada terkira
Atau impian yang menggoda

( 1 )
Gelisah inikah dia
Getarannya jiwa
Bergema menyiksa dada
Aku derita

Mungkinkah kita dapat bersua
Menjalinkan kasih mesra
Dialam nyata

( ulang 1 )

Pandang Pandang Jeling Jeling

Cincin intan bunga selasih
Mari dipakai di waktu petang
Kenapa tuan tak mahu berkasih
Adakah orang akan melarang

Kain sarung kain terendak
Memanglah manis kalau dipakai
Kalau takut dilambung ombak
Jangan berumah di tepi pantai

Menjeling menjeling kubertentang
Mata kita sama memandang
Kucuba kucuba nak bertanya
Siapa diakah namanya

Menjeling menjeling kubertentang
Mata kita sama memandang
Bercakap bertanya dan bermesra
Jangan sampai datang rumah

Tuai padi musim dah tiba
Mari menuai di waktu pagi
Kalau begini malang menimpa
Biar kuturut kata hati

Bunga selasih permainan budak
Daun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun bertemu juga

Kereta kuda pedati lembu
Singgah mari di tepi kuala
Tuan sutera saya belacu
Mana 'kan boleh berganding sama

Burung jelatik sarang kedidi
Sarang tempua sarang berjuntai
Sungguhpun cantik sutera diuji
Belacu juga tahan dipakai


Bila Bulan Bicara

Bulan sabit
Yang jatuh dipelataran
Bintang redup
Tanpa cahaya gemintang
Langkah tanpa arah
Sesat di jalan yang terang
Aku yang terlena dibuai pelukan dosa

Chorus:
Ingin pulang membalut luka hatimu
Ku pun tahu betapa pedih batinmu
Beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
Andai maaf pun tak kau berikan

Air mata tulus jatuh di sudut bibir mu
Tak terlintas dendam di bening mata indah mu
Aku yang merasa sangat berdosa pada mu
Masih pantaskah mendampingi mu

Reff :
Biarlah bulan bicara sendiri
Biarlah bintang kan menjadi saksi
Takkan kuulangi walau sampai akhir nanti
Cukup derita sampai disini


Angin Malam
Berhembus angin malam
Mencengkam menghempas
Membelai wajah ayu
Itulah kenangan yang terakhir darimu

Kudekati dirimu kau diam
Tersungging senyuman di bibirmu
Itulah senyuman yang terakhir darimu

Seiring gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga

Angin tetap berhembus
Tak henti

Walaupun sampai akhir hayatku
Tapi tak lagi kau berada di sisiku
Oh... angin malam bawalah daku
Kepadanya... oh... oh...

Widuri
Di suatu senja
Di musim yang lalu
Ketika itu hujan rintik
Terpukau aku
Menatap wajahmu
Di remang cahaya sinar pelangi
Lalu engkau tersenyum
Ku menyesali diri
Tak tahu apakah erti senyummu

Dengan mengusap titik airmata
Engkau bisikkan deritamu
Tersentuh hati dalam keharuan
Setelah tahu apa yang terjadi
Sekian lamanya engkau
Hidup seorang diri
Ku ingin membalut luka hatimu

Widuri
Elok bagai rembulan... oh sayang
Widuri
Indah bagai lukisan
Widuri
Bukalah pintu hati untukku
Widuri
Ku akan menyayangi
(Widuri oh widuri)
(Ku selalu menyayangi)

Ya Rasulullah
oleh: Raihan
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya rasulullah ya habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya rasulullah ya habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma solli ala Muhammad
Ya rabbi solli alaihi wasallim ( 2x )

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu

Kutahu cintamu kepada umat
Umati kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan kami
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu

Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu
Ya rasulullah ya habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya rasulullah ya habiballah
Kurniakanlah syafaatmu
Sesungguhnya
oleh: Raihan
Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu takkan ber bunga

Kucuba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri

Kucuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu takakan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah

Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga kutahu
Syukurku hanyalah milik Mu


Rayuan Rindu
oleh: Raihan
Hatiku Merayu Rindu
Kasihku Pada-Mu Syahdu
Munajat Hamba Padamu
Mengharap Kasih Sayang-Mu

Carilah Ilmu Mengenal Allah
Tanamkan Takut Neraka Allah
Semaikan Harap Syurga Allah
Carilah Keredhaan Allah

Rinduku Ya Rasullullah
Padamu Ya Habiballah
Engkaulah Buah Hatiku
Engkaulah Kekasih Allah

Alangkah Indah Peribadimu
Tidak Tergambar Mulia Akhlakmu
Engkaulah Rasul Pilihan Allah
Bawa Rahmat Seluruh Alam

My Heart Is Loving You
My Heart Is Juat For You
Knowing You... Allah
I Will Try Ti Get Close To You

Let Us Find The Way To Know Our God
Feel The Tortures Of Hell's Fire
Think Of Pleasures Of Paradise
Find The Way To Get Allah's Love

Hatiku Merayu Rindu
Kasihku Pada-Mu Syahdu
Bertemu Allah Yang Esa
Menjadi Idaman Kalbu

Mengemis Kasih
oleh: Raihan
Tuhan Dulu Pernah Aku Menagih Simpati
Kepada Manusia Yang Alpa Jua Buta
Lalu Terheretlah Aku Dilorong Gelisah
Luka Hati Yang Berdarah Kini Jadi Parah

Semalam Sudah Sampai Kepenghujungnya
Kisah Seribu Duka Ku Harap Sudah Berlalu
Tak Ingin Lagi Kuulangi Kembali
Gerak Dosa Yang Menhiris Hati

Tuhan Dosa Itu Menggunung
Tapi Rahmat-Mu Melangit Luas
Harga Selautan Syukurku
Hanyalah Setitis Nikmat-Mu Di Bumi

Tuhan Walau Taubat Sering Kumungkir
Namun Pengampunan-Mu Tak Pernah Bertepi
Bila Selangkah Kurapat Pada-Mu
Seribu Langkah Kau Rapat Padaku

Iman Mutiara
oleh: Raihan
Iman adalah mutiara
Di dalam hati manusia
Yang meyakini Allah
Maha Esa, Maha Kuasa

Tanpamu iman bagaimanalah
Merasa diri hamba padaNya
Tanpamu iman bagaimanalah
Menjadi hamba Allah yang bertaqwa

Iman tak dapat diwarisi
Dari seorang ayah yang bertaqwa
Ia tak dapat dijual-beli
Ia tiada di tepian pantai

Walau apapun caranya jua
Engkau mendaki gunung yang tinggi
Engkau berentas lautan api
Namun tak dapat jua dimiliki
Jika tidak kembali pada Allah

Jika tidak kembali pada Allah

Demi Masa
oleh: Raihan
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

a a a.....

Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)
(sihat sebelum sakit)
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit

(Ingat lima perkara) Hidup sebelum mati
(sebelum lima perkara) Sihat sebelum sakit
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Muda sebelum tua

(Ingat lima perkara) Kaya sebelum miskin

(sebelum lima perkara) Lapang sebelum sempit
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)


Bismillah
oleh: Raihan
Dimulakan Dengan Bismillah
Disudahi Dengan Alhamdulillah
Begitulah Sehari Dalam Hidup Kita
Mudah Mudahan Dirahmati Allah

Mulakanlah Kerja Dengan Niat Yang Satu
Untuk Mendapat KeredhaanNya
Moga Segala Urusan DipermudahkanNya
Agar Sentiasa Dalam Kebaikan

Barulah Hati Kita Kan Terasa Tenang
Dan Bersyukur Dengan Apa Yang Ada

Buruk Dan Baik Itu Ketentuan Allah
Kitalah Jua Yang Memilihnya
Amal Yang Baik Akan Membawa Ke Syurga
Amalan Buruk Menempah Neraka

Hanyalah Iman, Amal Dan Juga Taqwa
Menjadi Bekal Dalam Hidup Kita ( 2X )

Ilmu Pelita Menerangi Kegelapan
Darilah Ilmu Datangnya Amalan
Dari Amalan Lahirlah Kasih Sayang
Saling Membantu Dan Bekerjasama
Rezeki Yang Ada Dihulurkanlah Derma
Terjalin Hidup Harmoni Bahagia ( 2X

Antara Dua Cinta
oleh: Raihan
Apa Yang Ada Jarang Disyukuri
Apa Yang Tiada Sering Dirisaukan
Nikmat Yang Dikecap Baru Kan Terasa Bila Hilang
Apa Yang Diburu Timbul Rasa Jemu
Bila Sudah Di Dalam Genggaman

Dunia Ibarat Air Laut
Diminum Hanya Menambah Haus
Nafsu Bagaikan Fatamorgana
Di Padang Pasir

Panas Yang Membahang Disangka Air
Dunia Dan Nafsu Bagai Bayang-bayang
Dilihat Ada Ditangkap Hilang

Tuhan.. Leraikanlah Dunia
Yang Mendiam Di Dalam Hatiku
Kerana Di Situ Tidak Ku Mampu
Mengumpul Dua Cinta
Hanya CintaMu Ku Harap Tumbuh
Dibajai Bangkai Dunia Yang Kubunuh

Brothers

Teman Sejati

Selama ini
Kumencri-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci

Bersyukur kini
PadaMu Illahi
Teman yang dicari
Selama ini
Telah kutemui

Dengannya di sisi
Perjuangan ini
Senang diharungi
Bertambah murni
Kasih Illahi
KepadaMu Allah
Kupanjatkan doa
Agar berkekalan
Kasih sayang kita

Kepadamu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian
Telah kuungkapkan
Segala-galanya...

KepadaMu Allah
Kupohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah kuungkapkan
Segala-galanya
Itulah tandanya
Kejujuran kita


S. Effendi

Seroja

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah... ah...
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah... ah...

Rupa yang elok
Di manja jangan dimanja ah... ah...
Puja lah ia sekadar
Oh sekadar saja

( korus )
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati binggung
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati binggung
Lupakan saja asmara
Pada asmara...
Lupakan saja asmara
Pada asmara...

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah... ah...
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah... ah...

Rupa yang elok
Di manja jangan dimanja ah... ah...
Puja lah ia sekadar
Oh sekadar saja

( ulang korus )


Hijjaz

Hidupnya Insan

Hidupnya insan tiada yang abadi
Menunggu saat panggilan azali
Hilanglah nafas tak bergerak lagi
Tanah perkuburan kita bersemadi

Ya Tuhan Ya Allah Ya Rahmat ampuni kami (2X)

Mayat terbujur telah dikafan
Dibawa pergi sanak saudara
Di kubur tempat akhir pesanan
Tinggal di dalam gelap gelita

Ya Tuhan Ya Allah Ya Rahmat ampuni kami (2X)

Talqin dibaca ingatan diberi
Kepada semua yang hidup lagi
Jadikan tauladan kesedaran diri
Kubur yang sempit siksa sekali

Ya Tuhan Ya Allah Ya Rahmat ampuni kami (2X)


Hijjaz (Munif Ahmad / Fahrul Mohd Joui)

Sumaiyah (Hati Seorang Mujahidah)

Dalam diri selembut sutera
Kau memiliki iman yang teguh
Kau nyalakan obor agama dirimu bak lentera
dibelengu jahiliah kau tempuh dengan berani
Walau pun jasadmu milik tuan
Tetapi hatimu milik Tuhan

Padang pasir menjadi saksi
ketabahan keluarga itu
Tika suami dan anak dibaring mengadap mentari
Disuruh memilih iman atau kekufuran
Samar jahiliah atau sinaran akidah

( korus )
Sabarlah keluarga Yasir
Bagimu syurga disana
Dan kau pun tega memilih syurga
Walau terpaksa mengorban nyawa
Lalu tombak yang tajam menikam
jasadmu yang tiada bermaya
Namun iman didadamu sedikit tidak berubah

Darahmu menjadi sumbu pelita iman
Sumaiyah kaulah lambang wanita solehah
Tangan yang disangka lembut
menghayun buaian
Mengoncang dunia mencipta sejarah

Sumaiyah kau dibunuh didunia sementara
Untuk hidup disyurga yang selama-lamanya
Kaulah wanita terbaik, sebaik manusia
Namamu tetap menjadi sejarah


Hijjaz

Tanpa Agama

Tanpa agama manusia binasa
Tanpa ilmu manusia buta
Tanpa iman manusia sengsara
Tanpa ukhuwah manusia terseksa

Ada agama datangnya pelita
Ada ilmu datangnya harta
Ada harta datangnya derma
Ada ukhuwah datangnya saudara

Agama Tuhan dapat membina
Pekerti tinggi budi mulia
Seluruh dunia negara dan bangsa
Aman sentosa damai bahagia

Agama Islam agama yang suci
Mari bersama kita hayati
Untuk mendapat keredhaan Ilahi
Mudah-mudahan kita diberkati

Tiada Tuhan kecuali Allah
Tuhan Yang Esa Lagi Pemurah
Nabi Muhammad utusan Allah
Hindarkan dari jalan yang salah

Hijjaz

Pelita Hidup

Hidup ini bagai lampu dinding
Yang dinyalakan di malam hari
Apabila minyak sudah kering
Ia kan pasti padam sendiri

Demikian juga hidup manusia
Selama hidup di dunia ini
Bila dah cukup umur usia
Putuslah hubungan di sana sini

Setelah kita tinggalkan dunia
Alam yang lain pula menanti
Apakah kita dapat kurnia
Itu melihat amal dan bakti

Di sana insan cemas dan bimbang
Tak dapat lagi buat alasan
Buruk dan baik akan ditimbang
Kedua-duanya dapat balasan


Jamal Abdillah

Kekasih Awal Dan Akhir

Malam menanti siang
Siang menanti malam
Bagai berkurun lamanya
Masa memisahkan kita
Hingga terlupa
Pada paras lupa

Malam mencari mimpi
Siang mencari erti
Tersingkap seribu makna
Terucap seribu kata
Terlepaslah... rahsia

( korus )
Sekian lama terpisah
Akhirnya bertemu
Mengenang dosa
Mengenang rindu
Dan ternyatalah
Cintaku yang satu...
oh oh...

Kau kekasih awal dan akhir
Kau kekasih zahir dan batin
Setelah ku sedari
Cintamu yang abadi

Takku harap takku peduli
Walau bulan jatuh kebumi
Dan hadir bidadari
Tak kumimpikan lagi

Kerana kau lebih mengerti

( ulang korus hingga akhir)

Kerana kau lebih mengerti


Jamal Abdillah

Mati Hidup Semula

Tak sudi memandang tidak mengapa
Kerana ku mengerti aku insan hina
Tapi dengar apaku katakan
Untuk pedoman di hari muka

Dulu hidupku rasakan mati
Mata terbuka tapi tak berhati
Kiniku rasa dihidupkan kembali
Walaupun peritnya setengah mati

( korus )
Baru kukenal bulan dan bintang
Betapa indah dunia dipandang
Baru kukenal ayah ibu adik abang
Kerana dulu fikiran melayang

Jalan nak ku lalu masih panjang
Akanku tempuh hari mendatang
Kepadaku berilah peransang
Agar kejayaan dapatku julang

Manusia sepertiku usah kau hina
Kelak menambah sakit didada
Selagi aku bernama manusia
Tak lepas dari salah dan dosa

Salahku lakukan meruntuhkan nama
Kerana perbuatan mengikut rasa
Namunku bersyukur pada yang Esa
Setelah matiku hidup semula

Jamal Abdillah

Senandung Semalam

Berirama senandung semalam
Ku teringat peristiwa silam
Di mana aku dan si dia
Cinta benar cinta

Kau mencurah apa yang dirasa
Ku dibuai oleh angin senja
Budimu yang seikhlas itu
Akulah kasihmu

Kini tinggal kenangan belaka
Di taburan bunga pusaramu
Aman bertemunya

Kenangan tinggallah kenangan
Dikau pergi telah ditakdirkan
Diriku termenung menjauh
Bersama senandung semalam


Jamal Abdillah (Tan Sri P. Ramlee / Jamil Sulong)

Tiada Kata Secantik Bahasa

Tiada kata secantik bahasa
Untuk ku puji adinda
Tiada gambar secantik lukisan
Nak ku tunjuk perasaan

Oh... dinda puspa gemala
Mengharum jiwa
Hmm...

Oh... dinda puspa gemala
Mustika kanda...

Walau musim berubah
Suasana bertukar
Tapi ikatan mesra
Sikit pun takkan longgar

Tiada kata secantik bahasa
Untuk ku puji adinda



Jeffry Din

Kenangan Ku

Kenanganku kepadamu
Di waktu engkau di sampingku
Senyummu manis yang kau berikan
Bikin hatiku jadi tertawan

Kepadaku engkau berjanji
Akan setia sehidup semati
Selagi hayat dikandung badan
Engkau seorang jadi pujaan

( korus )
Tapi apa hendak ku kata
Kenanganku hampa belaka
Tinggallah daku seorang diri
Merana hidupku setiap hari

Namun engkau tetap kupuja
Walaupun kini kau jauh di mata
Siang dan malam
Wajah terbayang
Janjimu itu tinggal kenangan

( ulang korus )


Jeffridin (Salamah Basiron)

Siti Haida

Siti Haida gadis ayu
Buat penghias selalu rindu
Dalam majlis sering bertemu
Budi bahasa menawan kalbu

Oh oh oh oh Siti Haida
Membuat jiwa terasa rindu

Siti Haida permata indah
Cekap berani puteri pujangga
Bina bangsa kandi negara
Teguh imannya bergaul mesra

Oh oh oh oh Siti Haida
Bijak sekali ilmu wanita

Siti Haida gadis ayu
Buat penghias selalu rindu
Dalam majlis sering bertemu
Budi bahasa menawan kalbu

Oh oh oh oh Siti Haida
Membuat jiwa terasa rindu


Madu Tiga - P Ramlee

 

Senangnya dalam hati
Kalau beristeri dua
Terasa dunia ini
Ana yang punya
Kepada isteri tua
Ana sayang padanya
Kepada isteri muda
I say i love you
Isteri tua merajuk
Balik kerumah isteri muda
Kalau dua-dua merajuk
Ana kahwin tiga
Mesti pandai pembohong
Mesti pandai temberang
Tetapi jangan sampai
Hai pecah tembelang

Kian - Mawi

Kian jauh
Kian hilang
Kasih antara kita
Nampak tenang
Pada zahirnya
Tapi batin terseksa
Yang terguris tak nampak dimata
Yang terhiris terluka
Sesekali terbit air mata
Tahan sebak didada
Ke manakah.. nak dibawa
Resah kian melanda
Di manakah
Hendak ku khabar
Pilu di dalam dada
Bila kasih di hujungnya nyawa
Rasa ingin dimanja
Perasaan pun kian tersentuh
Bila rindu ini berlabuh
Apakah yang dikejar dalam hidupmu
Berkali ku kata padamu
Kita singgah di dunia yang sementara
Penuh tipu daya
Yang kekal disana
Biarlah..kita bersama
Usahlah
Hanyut terus terlena
Kerana dunia
Pada aku masih ada
Kasih belum terhakis
Sebenarnya.. sudah lama
Ku sungguh berkecil hati

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar